MAKALAH
PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK
PENYESUAIAN
DIRI REMAJA
Dosen
pengampu : Dra. Indrati Endang M.S
OLEH :
KELOMPOK 7
ENGLISH
DEPARTEMENT
2B
NURHAYATI (1351800064)
SEPTI IRIANI (1351800065)
WIWIK WIDIYANTI (1351800066)
LESTIYA HERNIA NINGSIH (1351800067)
DIAN
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA
SUKOHARJO
2013-2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan YME yang telah memberikan nikmat
dan karunia kepada kami sehingga kami senantiasa dapat menyelesaikan makalah Perkembangan
Peserta Didik ini tepat pada waktunya.
Makalah Perkembangan Peserta Didik mengenai Penyesuaian Diri
Remaja ini kami susun guna memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta
Didik yang diberikan oleh Ibu Dra. Indrati Endang M.S selaku dosen pengampu
mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Dra. Indrati
Endang M.S selaku dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang
telah memberikan pengajaran kepada kami, serta kepada teman-teman yang membantu
dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah ini disajikan terutama kepada mahasiswa yang
mengambil mata kuliah Perkembangan Peserta Didik baik yang ada di luar maupun
di dalam lingkup Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Makalah ini
juga dapat digunakan sebagai referensi tambahan bagi kalangan pelajar dan
mahasiswa.
Namun, makalah Perkembangan Peserta Didik mengenai Penyesuaian
Diri Remaja ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami
mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan
makalah ini.
Sukoharjo, April 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................
1
DAFTAR
ISI....................................................................................
2
BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................
3
1.1 Latar
Belakang.............................................................................................................
3
1.2 Rumusan
Masalah.......................................................................................................
3
1.3 Tujuan
Penulisan.........................................................................................................
3
BAB 2 PEMBAHASAN.....................................................................
4
2.1 Konsep dan Proses Penyesuaian
Diri...........................................................................
4
2.1.1 Pengertian Penyesuaian Diri.........................................................................
2.1.2 Proses Penyesuaian Diri................................................................................
2.1.3 Karateristik Penyesuaian Diri........................................................................
2.1.4 Faktor-Faktor yang memmpengaruhi Proses Penyesuaian
Diri...................
2.2 Permasalahan-Permasalahan
Penyesuaian Diri Remaja.............................................
2.3 Implikasi Proses Penyesuaian
Remaja terhadap Penyelenggaraan Pendidikan..........
BAB 3
PENUTUP.............................................................................
3.1 Kesimpulan...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sejauh ini kita mengetahui bahwa
kehidupan seorang remaja adalah kehidupan dimana terlalu banyak faktor yang
bisa mempengaruhi dunianya, bahkan tidak menuntut kemungkinan dia akan
terjerumus kedalam suatu pergaulan yang bebas. Oleh karena itu, dalam makalah
ini kami akan menyampaikan bagaimana seseorang akan mampu menyesuaikan diri.
Sehingga secara berkesinambungan akan menjadi seorang pribadi seperti apa yang
dia miliki sekarang dan menjadi seorang pribadi tertentu dimasa mendatang.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai
berikut:
1.
Apa itu penyesuaian diri?.
2.
Bagaimana proses penyesuaian diri
itu?.
3.
Apa saja karateristik penyesuaian
diri itu?.
4.
Apa saja faktor yang bisa
mempengaruhi proses penyesuaian diri itu?.
5.
Apa saja contoh permasalahan
penyesuaian diri remaja itu?.
6.
Bagaimana implikasi penyesuaian
diri remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan?.
1.3
Tujuan Penulisan
Sesuai
dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan
makalah ini yaitu:
1.
Mengerti apa itu penyesuaian diri.
2.
Memahami proses penyesuaian diri
remaja.
3.
Mengetahui karateristik penyesuaian
diri remaja.
4.
Mengetahui faktor yang bissa
mempengaruhi proses penyesuaian diri remaja.
5.
Mengetahui contoh permasalahan diri
remaja.
6.
Mengerti implikasi penyesuaian diri
remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Konsep dan Proses Penyesuaian
Diri
Seseorang
tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu
menyesuaikan diri. Kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan
diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan di mana kemungkinan akan berkembang proses
penyesuaian yang baik atau yang salah suai.
Untuk lebih jelasnya marilah kita
tinjau secara lebih rinci pengertian dan proses penyesuaian diri, karateristik
penyesuaian diri remaja, dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian
diri remaja.
2.1.1
Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian dapat di artikan atau di deskripsikan sebagai
berikut:
·
Penyesuaian berarti adaptasi; dapat
mempertahankan eksistensinya.
·
Penyesuaian diri sebagai
konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar dan prinsip.
·
Penyesuaian diri sebagai
penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk merencanakan sesuatu dan
mengorganisasi respon-respon sedemikian rupa.
·
Penyesuaian diri dapat
diartikan penguasaan dan kematangan
emiosional. Kematangan emosional maksudna ialah secara positif memiliki respon
emosional yang tepat pada setiap situasi.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyesuaian adalah
usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada
lingkungan.
2.1.2
Proses Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri lebih bersifat
suatu proses sepanjang hayat (lifelong proses), dan manusia terus-menerus
berupaya menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai
pribadi yang sehat.
Penyesuaian diri adalah suatu proses
ke arah hubungan yang harmonis antara tuntunan internal dan hubungan eksternal.
Dalam proses penyesuaian diri dapat saja muncul konflik, tekanan dan frustasi,
dan individu didorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan
diri dari ketegangan.
Apakah seseorang berhadapan dengan
penyesuaian sehari-hari yag sederhana, atau suatu penyesuaian yang rumit,
terdapat suatu pola dasar yang terdiri dari elemen-elemen tertentu.sebagai
contoh seorang anak yang membutuhkan rasa kasih sayang dari ibunya yang terlalu
sibuk dengan tugas-tugas lain. Dia mungkin mencari kasih sayang dimana-mana,
atau mungkin mengisap jarinya, atau bahkan tiak berupaya sama sekali, atau
makan secara berlebihan, sebagai respon pengganti bila kebutuhan-kebutuhan
tidsk terpenuhi secara wajar. Dalam beberapa hal respon pengganti tidak
tersedia, sehingga individu mencari suatu respon lain yang akan memuaskan
motivasi dan mereduksi ketegangan.
Situasi
ini dapat digambarkan sebagai berikut:
|
|
|
|
|
|
|
|
Brdasarkan diagram diatas, tampak
bahwa elemen-elemen umum dan esensial dalam semua situasi frustasi ialah;
motivasi, frusatsi, atau terhalangnya keinginan dan motif-motif, respon yang bervariasi,dan
pemecahan untuk mereduksi masalah, frustasi atau ketegangan dengan beberapa
respon.
2.1.3
karakteristik Penyesuaian Diri
Ada dua jenis karakteristik yaitu
penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian diri yang salah.
a. penyesuaian diri secara positif
mereka
yang mampu melakukan penyesuaian diri secara positif di tandai hal-hal sebagai
berikut:
1)
Tidak menunjukkan adanya ketegangan
emosional.
2)
Tidak menunjukkan adanya
mekanisme-mekanisme psikologis.
3)
Tidak menunjukkan adanya frustasi
pribadi.
4)
Memiliki pertimbangan rasional dan
pengarahan diri.
5)
Mampu dalam belajar.
6)
Menghargai pengalaman.
7)
Bersikap ralistik dan obyektif.
Dalam melakukan penyesuaian diri
secara positif, individu akan melakuakannya dalam berbagai bentuk, antara lain:
a) Penyesuaian diri dengan menhadapi
masalah secara langsung.
b) Penyesuaian dengan melakukan
eksplorasi (penjelajahan).
c) Penyesuaian dengan trial and error
atau coba-coba.
d) Penyesuaian dengan substansi
(mencari pengganti)
e) Penyesuaian diri engan menggali
kemampuan diri.
f) Penyesuaian dengan belajar.
g) Penyesuaian dengan inhibisi dan
pengendalian diri.
h) Penyesuaian dengan perencanaan yang
cermat.
b. Penyesuaian Diri yang Salah
Kegagalan
dalam penyesuaian diri secara positif, dapat menyebabkan individu melakukan
penyesuaian diri yang salah. Penyesuaian diri yang salah di tandai dengan
berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah, tidak terarah, emosional, sikap
yang tidak realistik, agresif, dan sebagainya. Ada 3 bentuk reaksi dari
penyesuaian diri yang salah, antara lain adalah sebagai berikut:
1. Reaksi Bertahan (defence
Reaction)
Ia
selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa
dirinya tidak mengalami kegagalan. Bentuk khusus reaksi ini antara lain;
·
Rasionalisme,
yaitu bertahan dengan mencari-cari alasan untuk membenarkan tindakannya.
·
Represi,
berusaha mlupakan pengalaman yang kurag menyenangkan dalam hidupnya.
·
Proyeksi,
melemparkan sebab kegagalan dirinya kepada pihak lain untuk mencari alasan yang
dapat di terima.
·
”Sour
Grapes” (anggur kecut)”, yaintu dengan memutar balik fakta
atau kenyataan yang ada.
2. Reaksi Menyarang (Aggresive
Reaction)
Orang
yang mempunyai penyesuaian diri yang salah maka dia akan menunjukkan tingkah
laku yang bersifat menyerang untuk menutupi kegaggalannya. Reaksi-reaksi yang
tampak dalam tingkah lakunya adalah sebagai berikut:
·
Selalu memmbenarkan diri sendiri,
·
Bersikap senang menganggu orang
lain,
·
Menggertak, baik balam tindakan
maupun ucapan,
·
Menunjukkan sikap permusuhan secara
terbuka,
·
Menunjukkan sikap menyerang dan
merusak,
·
Keras kepala dalam perbuatannya,
·
Bersikap balas dendam,
·
Merebut hak orang lain,
·
Tindakan yang serampangan,dan
·
Marah secara sadis.
3. Reaksi Melarikan Diri (Escape
Reaction)
Dalam reaksi ini, orang yang
mempunyai penyesuaian diri yang salah akan melarikan diri dari situasi yang
menimbulkan keggalannya, reaksinya tampak tingkah laku sebagai berikut;
·
Berfantasi ,yaitu memuaskan
keinginan yang tidak tercapai dalam bentuk angan-angan, banyak tidur, minum
minuman keras, bunuh diri, menjadfi pecandu ganja, narkotika.
·
Regresi, yaitu kembali pada tinkah
laku yang semodel dengan tingkah perkembangan yang lebih awal.
2.1.4
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri
Secara
keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer terhadap
penyesuaian diri. Penentu berarti faktor yang mendukung, mempengaruhi, atau
menimbulkan efek pada proses penyesuaian. Secara sekunder proses penyesuaian
ditentukan oleh faktor-faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik
internal maupun eksternal. Penentu penyesuaian identik dengan faktor-faktor
yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap.
Penentu-penentu
itu dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.
kondisi fisik atau jasmaniah
2.
perkembangan dan kematangan
3.
penentu psikologis
4.
kondisi lingkungan
5.
penentu kultural
Pemahaman tentang
faktor-faktor ini dan bagaimana fungsinya
dalam penyesuaian merupakan syarat untuk memahami proses penyesuaian
diri, karena penyesuaian tumbuh dari bungan-hubungan antara faktor-faktor dan
tuntutan individu.
1. Kondisi Jasmaniah
Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa gangguan-gangguan pada sistem syaraf, kelenjar dan
otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku dan
kepribadian. Gangguan penyakit kronis dapat menimbulkan kurangnya kepercayaan
pada diri sendiri. Dengan demikian kondisi sistem tubuh yang baik merupakan
syarat bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik.
2. Perkembangan, Kematangan, dan Penyesuaian Diri
Dalam
proses perkembangan, respon seorang anak berkembang dari respon yang bersifat
instinktif menjadi respon yang di peroleh melalui belajar dan pengalaman.
Kondisi-kondisi perkembangan mempengaruhi setiap ospek kepribadian, seperti;
emosional, sosial, moral, keagamaan, dan intelektual.
3. Penentu Psikologi Terhadap Penyesuaian Diri
Faktor yang mempengaruhi
penyesuaian diri antara lain;
a.
pengalaman
b.
belajar
c.
determinasi diri
d.
konflik dan penyesuaian
4. Lingkungan Sebagai Penentu Penyesuaian Diri
a. Pengaruh rumah dan
keluarga
Interaksi
sosian yang pertama kali di peroleh oleh individu adalah dalam keluarga yang
kemudian akan di kembangkan dalam masyarakat.
b. Hubungan orang tua dan
anak
berikut
adalah beberapa hubungan yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri;
●
menerima (acceptance)
●
enghukum dan disiplin yang berlebihan
●
memanjakan dan melindungi anak secara berlebihan
●
penolakan
c. Hubungan Saudara
Suasana
hubungan saudara yang penuh persahabatan, saling menghormati, penuh kasih
sayang, mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk tercapainya penyesuaian
yang lebih baik, sebaliknya suasana permusuhan, iri hati, dendam dan lain
sebagainya dapat menimbulkan kesulitan bahkan kegagalan dalam penyesuaian diri.
5. Kultural dan
Agama Sebagai Penentu Penyesuaian Diri
Lingkungan
kultural diamana individu berada dan berinteraksi akan menentukan pola-pola
penyesuaian dirinya. Sedangkan Agama memberikan suasana psikologis tertentu
dalam mengurangi konflik, frustasi dan ketegangan lainnya. Agama merupakan
sumber nilai, kepercayaan, dan pola-pola tingkah laku yang akan memberikan
tuntunan bagi arti, tujuan dan kestabilan hidup umat manusia.
2.2
Permasalahan-Permasalahan Penyesuaian Diri Remaja
Diantara
persoalan terpentingnya yang dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari dan
yang menghambat penyesuaian diri yang sehat adalah hnbungan remaja dengan orang
dewasa terutama orang tua.
Tingkat
penysuaian diri dan pertumbuhan remaja sangat tergantung pada sikap orang tua
dan suasana psikologi dan sosial dalam keluarga. Contoh; sikap orang tua yang
menolak. Penolakan orang tua terhadap anaknya dapat di bagi menjadi dua macam. Pertama, penolakan yang munhkin
penolakan yang terjadi sejak awal, dimana orang tua merasa tidak sayang
terhadap anaknya. Karena berbagai sebab, mereka tidak menghendaki kelahirannya.
Menurut Boldwyn yang dikutip oleh Zakiah Darajat (1983); “ Bapak yang menolak
anaknya berusaha menundukkan anaknya dengan kaidah-kaidah kekerasan; karena itu
ia mengambil ukuran kekerasan, kekejaman tanpa alasan nyata.” Jenis kedua, dari penolakan adalah dalam
bentuk berpura-pura tidak tahu keinginan anak. Contoh: Orang tua memberikan
tugas kepada anaknya berbarengan dengan rencana anaknya untuk pergi nonton
bersama dengan teman sejawatnya.
Permasalahan-permasalahan
penyesuaian diri yang di hadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis keluarga
seperti keretakan keluarga. Banyak penelitian membuktikan bahwa remaja yang
hidup didalam rumah dengan keluarga yang retak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar