MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
MOTIVASI USAHA JAMUR TIRAM
“DWIPA JAMUR”
OLEH:
WIWIK
WIDIYANTI
1351800066
2B
PEND.
BAHASA INGGRIS
Dosen
pengampu: Meidawati Suswandari, S.Pd., M.Pd
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSATARA SUKOHARJO
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke
hadirat Tuhan YME yang telah memberikan nikmat dan karunia kepada kami sehingga
kami senantiasa dapat menyelesaikan makalah Kewirausahaan tentang Motivasi
Usaha Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ini tepat pada waktunya.
Makalah Kewirausahaan
mengenai Motivasi Usaha Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ini kami susun guna memenuhi
tugas mata kuliah Kewirausahaan yang diberikan oleh Ibu Meidawati Suswandari,
S.Pd., M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan.
Ucapan terima
kasih kami sampaikan kepada Ibu Meidawati Suswandari, S.Pd., M.Pd selaku dosen
pengampu mata kuliah Kewirausahaan yang telah memberikan pengajaran kepada
kami, serta kepada teman-teman yang membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah ini
disajikan terutama kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kewirausahaan
baik yang ada di luar maupun di dalam lingkup Universitas Veteran Bangun
Nusantara Sukoharjo. Makalah ini juga dapat digunakan sebagai referensi
tambahan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
Namun, makalah
Kewirausahaan tentang Motivasi Usaha Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ini masih jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran
yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini.
Sukoharjo,
Juni 2013
DARTAR
ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................
1
DAFTAR ISI
..........................................................................................................................
2
BAB I
PENDAHULUAN ......................................................................................................
3
1.1
Latar Belakang .....................................................................................................
3
1.2
Rumusan Masalah ................................................................................................
3
1.3
Tujuan Penulisan ..................................................................................................
3
BAB II PEMBAHASAN
.......................................................................................................
3
2.1
Sikap Mental Terhadap Jamur Tiram...................................................................
5
2.2
Model Kepemimpinan Usaha Jamur Tiram.........................................................
5
2.3
Management Bisnis Jamur Tiram.........................................................................
9
2.4
Etika Bisnis Jamur Tiram....................................................................................
12
2.5
Tekhnik Negosiasi Usaha Jamur
Tiram.............................................................. 14
2.6
Studi Kelayakan Bisnis Jamur
Tiram................................................................. 16
BAB III PENUTUP..............................................................................................................
19
3.1
Kesimpulan.........................................................................................................
19
3.2
Saran
...................................................................................................................
19
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................
22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Budidaya jamur tiram memiliki
prospek ekonomi yang baik. Jamur tiram
merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang
sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga
produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar.
Berdasarkan
hal inilah, Kelompok Tani Dwipa Jamur wilayah Jenawi berusaha mengembangkan
Produksi Baglog Jamur Tiram agar dapat menjawab atau menjadi solusi akan
permasalahan ekonomi. Selain itu melihat pangsa pasar saat ini Jamur Tiram
mempunyai peluang yang baik. Kelompok Tani Dwipa Jamur mengambil peluang ini
sebagai sarana untuk mengembangkan roda ekonomi.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian Latar Belakang
diatas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah, yaitu sebagai berikut;
1.
Bagaimana sikap mental
terhadap Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ?
2. Bagaimana
model kepemimpinan dari usaha Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ?
3. Bagaimana
manajemen bisnis dari Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ?
4. Bagaimana
etika bisnis dari usaha Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ?
5. Bagaimana
teknik negosiasi dari usaha Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ?
6.
Bagaimana studi
kelayakan bisnis terhadap Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Sesuai dengan latar belakang dan
rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1.
Mengetahui sikap mental
terhadap Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur”
2. Mengetahui
model kepemimpinan usaha Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur”
3. Mengetahui
manajemen bisnis Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur”
4. Mengetahuin
etika bisnis Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur”
5. Mengetahui
teknik negoisasi Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur”
6.
Mengetahui studi
kelayakan bisnis Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur”
BAB 11
PEMBAHASAN
2.1
SIKAP
MENTAL TERHADAP BUDIDAYA JAMUR TIRAM “DWIPA JAMUR”
Sikap mental
yang di maksud disini adalah sesuatu yang berhubungan
dengan cirikhas, watak, perilaku tabiat, sikap seseorang (wirausaha) terhadap
perjuangan hidup untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.
Menurut Geoffrey
G. Meredith dalam bukunya “Kewirausahaan”, ciri-ciri profil wirausaha
adalah sebagai berikut :
Ciri-ciri :
·
Percaya diri
·
Berorientasikan
tugas dan hasil
·
Pengambil
resiko
·
Kepemimpinan
·
Keorisinilan
·
Berorientasi ke
masa depan
Watak :
·
Keyakinan,
ketidaktergantungan, induviduali-tas, optimisme.
·
Kebutuhan akan
prestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras,
mempunyai dorongan kuat, energitic, inisiatif.
·
Kemampuan
mengambil resiko, suka pada tantangan.
·
Bertingkah laku sebagai pemimpin,
dapat bergaul dengan orang lain, menanggapi saran saran dan kritik.
·
Inovatif dan kreatif,
fleksibel, punya banyak sumber, serba bisa, mengetahui banyak.
·
Pandangan ke
depan, perseptis.
Penerapan
dalam Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur”
sebagai seorang wirausaha khususnya bagi seorang pemula yang ingin
melakukan usaha Budidaya Jamur Tiram harus memiliki keyakinan dan optimis
terlebih dahulu untuk melakukan usaha tersebut. Kemudian berorientasi terhadap
hasil. Budidaya jamur ini tergolong sederhana. Jamur tiram biasanya dipeliharan
dengan media tanam serbuk gergaji steril yang dikemas dalam kantung plastik.
Jamur
tiram dapat ditumbuhkan pada media kompos serbuk gergaji kayu. Miselium dan
tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 25-39 ?C. Agar bakal tubuh
buah terbentuk biasanya dibutuhkan kejutan fisik seperti perubahan suhu,
cahaya, tingkat CO2, kelembaban relatif udara dan aerasi. Suhu substrat yang
tinggi dapat memicu pertumbuhan mikroflora termofilik. Mikroorganisme
termofilik tumbuh pada kisaran suhu 30-55oC, ketika tumbuh mikroorganisme
tersebut menghasilkan panas yang lebih pada substrat sehingga dapat mematikan
miselium jamur yang dibudidayakan. Substrat sebaiknya memiliki konduktivitas
panas yang rendah, oleh karena itu susunan tinggi kompos kurang dari 25 cm dan
log jamur tidak lebih dari 25 kg. Selama pembentukan tubuh buah, beberapa jamur
sensitif terhadap tingkat CO2 yang tinggi, sehingga tubuh buah yang terbentuk
akan memiliki tangkai yang panjang dan tudung yang kecil. Kisaran konsentrasi
CO2 yang baik untuk pertumbuhan galur tertentu dari P. ostreatus antara 550-700
ppm. Faktor cahaya sangat menentukan pembentukan tubuh buah. Beberapa jamur
akan membentuk tubuh buah jika kekurangan cahaya. Untuk pembentukan tubuh
buahnya Pleurotusspp. diperlukan 8 jam penyinaran cahaya, namun Pleurotus yang
tumbuh tanpa cahaya akan membentuk struktur seperti koral dengan banyak tangkai
yang bercabang.
Bakal tubuh
buah atau primordia dari basidiomiset adalah gumpalan kecil yang terdiri dari
kumpulan miselia yang akan berkembang menjadi tubuh buah. Diameter tubuh buah
sekitar 1 mm. Primordia berkembang dan pada tubuh buah muda terlihat
bagian-bagian tubuh buah seperti tudung dan tangkai yang terletak tidak di tengah
tudung. Pada permukaan bawah tudung dari tubuh buah muda terdapat bilah-bilah
(lamela). Lamela tubuh menurun dan melekat pada tangkai. Pada lamela terdapat
sel-sel pembentuk spora (basidium), yang berisi basidiospora. Basidiospora
biasanya dibentuk pada saat tubuh buah dewasa mengalami kematangan. Selama tepi
tudung masih berlipat-lipat, tubuh buah dikatakan belum dewasa. Pada saat tepi
tudung meregang penuh tubuh buah mencapai fase dewasa dan dapat dipanen. Tubuh
buah yang matang biasanya rapuh dan spora-spora dapat dilepaskan.
2.2 MODEL KEPEMIMPINAN DARI USAHA
BUDIDAYA JAMUR TIRAM “DWIPA JAMUR”
Kepemimpinan
yang baik adalah kepemimpinan yang mampu membawa organisasi sesuai dengan asas
managemen organisasi dan membawa kesejahteraan karyawannya. Dari usaha Budidaya
Jamur Tiram “Dwipa Jamur” seorang pemimpin mampu mengayomi para karyawan dan
memberikan upah yang sesuai dengan kerja keras karyawan.
Karakteristik
Seorang Pemimpin;
- Lebih banyak mendengarkan dan lebih sedikit berbicara.
- Lebih banyak bertanyan dan memberi sedikit menjawab.
- Membantu belajar dari kesalahan dan tidak takut resiko.
- Memberi pemecahan permasalahan orang lain daripada menyelesaikan masalah untuk orang lain.
e. Berbagi
informasi daripada menyimpan.
Dalam
bisnis, pemimpin memusatkan tenaga dan pikiran serta perhatiannya pada bidang
usaha. Perusahaan yang bijaksana berfokus pada pepatah kuno yaitu “Jika anda
mengejar dua ekor kambing sekaligus, maka keduanya akan kabur.” Begitu juga dalam bisnis, pilihlah celah
bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan mereka karena jika anda bisa memilih
sasaran bisnis yang lebih baik dari pesaing-pesaing anda, anda akan jadi
pemenang. (Jackie, Miranty&Yanty, 2006: 56-57)
Tipe-tipe Kepemimpinan dalam
Berorganisasi:
·
Tipe Otokratik
Dilihat dari
persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois.
Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan
“keakuannya”,
·
Tipe Paternalistik
Tipe
pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat
tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masyarakat
tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggota
masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
·
Tipe Kharismatik
Memang ada karakteristiknya yang
khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut
yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang
kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para
pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang
tersebut dikagumi.
·
Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini
berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya
karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang
mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin
dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan
pemimpin tidak terlalu sering intervensi
·
Tipe Demokratik
Pemimpin
yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator
dari berbagai unsur dan komponen organisasi.
·
Tipe Administratif
Pemimpin
tipe administrative ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas
administrasi secara efektif sehingga diharapkan muncul perkembangan teknis,
manajemen modern dan perkembangan sosial.
Kepemimpinan
yang di terapkan dalam Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” adalah Tipe
Administratif dimana seorang pemimpin mampu menyelenggarakan tugas
administratisi dengan membuat perincin2 anggaran yang akan dekeluarkan.
Sehingga apa yang di rencanakan tepat pada sasaran.
2.3 MANAJEMEN BISNIS DARI USAHA BUDIDAYA
JAMUR TIRAM “DWIPA JAMUR”
Manajemen
Berbisnis, Kegiatan Melaksanakan & mengatur
jalannya pelaksanaan dalam suatu wirausaha.
Dalam
mencapai keberhasilan berbisnis, ada kalanya perusahaan memiliki beberapa
kekuatan dan kelemahan. Sebagai titik keseimbangan antara kekuatan dan
kelemahan didasari oleh 2 faktor dari fungsi manajemen, yang meliputi:
1. Faktor operasional, meliputi:
·
Pemasaran, yaitu
kemampuan perusahaan menyediakan produk dengan jumlah yang tepat yang
diharapkan konsumen. Dari usaha Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” mode pemasaran
yang dilakukan bisa juga menjual baglog jamur, jamur tiramnya sendiri hingga
bibit dari jamur tiram, sesuai permintaan konsumen.
·
Produksi, yaitu
usaha yang dilakukan berupa merencanakan, membangun, proses, dan pengawasan. Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses
dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:
Ø Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.
Ø
Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir
Ø
Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.
Ø
Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic
Ø
Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.
Ø
Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.
Ø
Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi
Ø
Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.
Ø
Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran. (Galeriukm).
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran. (Galeriukm).
·
Personalia, yaitu
bagaimana prosedur perekrutan karyawan (tenaga kerja). Di dalam usaha Budidaya
Jamur “Dwipa Jamur” memiliki susunan pengurus sebagai berikut;
Direktur :
Indro Ristanto
General Manager : Jari Purwanto
Sekretaris :
Kus
Bendahara :
Jumadi A
Material Division : Pur
Production Division : Miko
Marketing :
Jumadi B
Public Relation : Parjo
Anggota :
1.
Joko
2.
Sarino
3.
Supri
4.
Mujianto
5.
Wayan
·
Keuangan, yaitu
ukuran investasi yang diberlakukan di perusahaan.
·
Administrasi
dan akuntansi, yaitu sudah adakah penggunaan sistem administrasi
dan analisis kinerja yang tepat.
2. Faktor managerial, meliputi:
·
Perencanaan, yaitu berbicara tentang
tujuan, strategi, taktik yang dilakukan oleh suatu perusahaan.
·
Organisasi, yaitu wewenang tanggung
jawab dan pelaporan yang jelas.
·
Pengarahan, yaitu pemberian sistem komunikasi
yang baik dalam pengelolaan perusahaan.
·
Koordinasi, yaitu apakah sistem yang
sudah dipergunakan sudah sesuai dengan karakteristik organisai.
·
Pengawasan, yaitu melakukan
pengukuran pada kinerja untuk diperbandingkan (Sukanto, 1990: 6-8).
Disisi lain
dikemukakan oleh Flippo (2002: 5-7) bahwa dalam menjalankan pekerjaan
seharusnya organisasi bisnis atau perusahaan memperhatikan fungsi manajemen dan
fungsi operasional ada dua, antara lain:
1. Fungsi manajemen, terdiri dari:
a.
Perencanaan (Planning)
Perencanaan mempunyai arti penentuan
mengenai program tenaga kerja yang akan mendukung pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan oleh perusahaan.
b.
Pengorganisasian (Organizing)
Organisasi dibentuk dengan merancang
struktur hubungan yang mengaitkan antara pekerjaan, karyawan dan faktor-faktor
fisik sehingga dapat terjalin kerja sama satu dengan yang lainnya.
c.
Pengarahan (Directing)
Pengarahan terdiri dari fungsi
staffing dan leading. Fungsi staffing adalah menempatkan orang-orang dalam
struktur organisasi, sedangkan fungsi leading dilakukan pengarahan SDM agar
karyawan bekerja sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
d.
Pengawasan (Controlling)
Adanya fungsi manajerial yang
mengatur aktivitas-aktivitas agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
oleh organisasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, bila terjadi
penyimpangan dapat diketahui dan segera dilakukan perbaikan.
2. Fungsi operasional, terdiri dari:
a.
Pengadaan (Procurement)
Usaha untuk memperoleh sejumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, terutama yang berhubungan dengan
penentuan kebutuhan tenaga kerja, penarikan,seleksi, orientasi dan penempatan.
b.
Pengembangan (Development)
Usaha untuk meningkatkan keahlian
karyawan melalui program pendidikan dan latihan yang tepat agar karyawan atau
pegawai dapat melakukan tugasnya dengan baik. Aktivitas ini penting dan akan
terus berkembang karena adanya perubahan teknologi, penyesuaian dan
meningkatnya kesulitan tugas manajer.
c.
Kompensasi (Compensation)
Fungsi kompensasi diartikan sebagai
usaha untuk memberikan balas jasa atau imbalan yang memadai kepada pegawai
sesuai dengan konstribusi yang telah disumbangkan kepada perusahaan atau
organisasi.
2.4 ETIKA BISNIS DALAM USAHA BUDIDAYA
JAMUR TIRAM “DWIPA JAMUR”
Etika Bisnis
merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek
yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis
dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta
pemimpin dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra
kerja, pemegang saham, dan masyarakat.
Di bawah ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berbisnis yang
mengedepankan nilai etis :
- Berperilaku jujur dalam menjalankan aktivitas bisnis
- Menaati aturan nilai
- Walk the talk yaitu senantiasa konsisten antara apa yang dilakukan dengan apa yang diucapkan.
Prinsip-prinsip Etika Bisnis
- Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi adalah perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang
dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan
yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi
perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan
komunitasnya.
2. Prinsip Kejujuran
Kejujuran merupakan
nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal
perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan,
maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.
3. Prinsip Tidak Beniat Jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip
kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
4. Prinsip Keadilan
Perusahaan harus
bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya,
upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada
konsumen, dan lain-lain.
5. Prinsip
Hormat Pada Diri Sendiri
Perlunya menjaga citra baik
perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip
keadilan.
2.5 TEKNIK NEGOSIASI BUDIDAYA JAMUR
TIRAM “DWIPA JAMUR”
Negosiasi adalah suatu bentuk
pertemuan bisnis antara dua pihak atau lebih untuk mencapai suatu kesepakatan
bisnis.
Manfaat dari negosiasi bisnis
adalah;
ü Dengan terjalinnya kerjasama antar kedua belah pihak maka tercipta sebuah
transaksi bisnis.
ü Menghasilkan harga yang lebih baik dan efisien yang memberikan keuntungan
yang lebih besar
Komponen
komunikasi dan penerapannya dalam area bisnis
- Komunikator
Memulai bisnis berawal dari
seorang penjual yang menawarkan barang atau jasa. Penjual merupakan contoh dari
komunikator.
- Pesan
Pesan yang disampaikan dalam
bisnis yaitu barang atau jasa.
- Media
Alat perantara penyampaian barang
atau jasa bisa melalui media cetak dan elektronik.
- Komunikan
Barang atau jasa yang disampaikan
akan diterima oleh pihak komunikan atau pembeli.
Dalam berkomunikasi dengan klien atau lawan bisnis, seorang negosiator
harus memiliki permainan dasar dalam berkomunikasi, antara lain :
- Pepsodent (mulai dengan senyum)
- Blankon (ramah tamah dan sopan santun)
- Mic (berbicara dengan intonasi dan volume jelas )
- Medical reps (tunjukkan ide yang bermanfaat)
- Tv drama (kata-kata yang menarik)
- Kusir (menggunakan kalimat sopan dan pelan saat membantah)
- Headphone (menyimak, tidak memotong permbicaraan dan memelihara kontak mata)
Strategi
dalam negosiasi bisnis
- Win-win
Menguntungkan kedua belah pihak.
- Win-Lose
Pihak yang berselisih ingin
mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya.
- Lose-lose
Dampak dari pemilihan strategi
negosiasi yang tidak tepat sehingga menimbulkan kegagalan untuk keduabelah
pihak.
- Lose-win
Salah satu pihak sengaja
mengalah .
Strategi negosiasi yang di lakukan
oleh Dwipa Jamur ini adalah strategi Win-Win yaitu menguntungkan kedua belah
pihak. Teknik negosiasi yang diterapkan dalam Usaha Budidaya Jamur Tiram “Dwipa
Jamur” ini bisa melalui telepon / SMS ke nomor Contact
Person : Jari Purwanto 0857-2561-0203, atau Indro Ristanto 0878-3661-4969. Atau
juga bisa langsung mengunjungi tempat Budidaya Jamur Tiram “Dwipa Jamur” yang
terletak di Rumah Mbah Wiro, Dukuh
Demping, Desa Anggrasmanis, Kec. Jenawi Kab. Karanganyar, untuk
negosiasi. Lalu tidak lupa menanyakan
spesifikasi, jumlah tersedia, harga, pengiriman dan bea.
Jika melalui telepone atau SMS maka tidak lupa juga untuk meminta alamat
lengkap tujuan pengiriman produk. Dengan begitu produk akan
segera dikirim menggunakan jasa pengiriman barang ke alamat konsumen.
2.6 STUDI KELAYAKAN BISNIS BUDIDAYA
JAMUR TIRAM “DWIPA JAMUR”
Studi kelayakan bisnis adalah suatu penelitian tentang
layak atau tidaknya suatu usaha dilakukan dengan menguntungkan secara terus
menerus.
Secara umum kajian tentang kelayakan usaha terdiri
dari 3 hal yaitu:
ü
Aspek yang dikaji
ü
Mutu pengkajian
ü
Jangkauan pengkajian
Biasanya dalam merintis suatu usaha membutuhkan proses atau
tahapan-tahapan sebagai berikut:
- Tahapan identifikasi
- Tahapan seleksi pendahuluan
- Tahap pengkajian atau kelayakan usaha
- Tahap penilaian
- Tahapa pelaksanaan
- Tahap evaluasi
Teknikal studi kelayakan usaha meliputi:
- Pembentukan panitia kerja
- Pengumpulan data dan informasi
- Analisis data dan informasi, meliputi:
a. Analisis
aspek dasar
b. Analisis aspek
yuridis
c. Analisis
aspek manajemen
d. Analisis
aspek teknis
e. Analisis
aspek finansial
f. Analisis
aspek sosial ekonomi
g. Analisis
aspek manajemen
h. Analisis
dampak lingkungan
Jamur
tiram putih dengan nama latin Pleurotus ostreatus adalah jamur pangan yang
dapat dijadikan alternatif makanan sehat yang layak konsumsi. Jamur tiram juga
dapat menjadi olahan makanan seperti bakso, oseng-oseng, maupun jamur yang
crispy. jamur tiram memiliki nilai gizi tinggi. Mengandung protein 19 – 35 %
dari berat kering dan karbohidrat 46,6 – 81,8 %. Selain itu mengandung tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2,
niasin, biotin juga beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan
K dengan komposisi seimbang. Jika dibandingkan dengan daging ayam yang
kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0
gram, maka kandungan gizi jamur lebih lengkap, hingga tidak berlebihan jika
dikatakan jamur merupakan bahan pangan alternatif masa depan.
Jamur tiram juga
bermanfaat dalam pengobatan, seperti :
• Dapat menurunkan tingkat kolesterol
dalam darah.
• Memiliki kandungan serat mulai 7,4 %
sampai 24,6% yang sangat baik bagi pencernaan.
• Antitumor dan antioksidan.
Jamur tiram
tumbuh pada serbuk kayu, khususnya yang memiliki serat lunak seperti jenis kayu
albasiah. Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur tiram adalah 20 –
28°C, dengan kelembaban 80 – 90 %. Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan cahaya
matahari tidak langsung, aliran udara yang baik, dan tempat yang bersih.
(http://organikganesha.wordpress.com)
BAB 111
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Jenis usaha yang akan didirikan adalah Budidaya
Jamur Tiram yang nilai gizinya sangat baik untuk masyarakat. Peluang usaha ini dapat
dilihat dari kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan yang bernilai gizi
tinggi serta semakin meluasnya pasar jamur di indonesia.
Dengan
analisis sasaran pemasaran yang jelas, proses produksi yang tidak rumit serta
pembuatan badan hukum usaha, maka rencana usaha ini bisa dianggap
menembus pasar produksi bahkan sampai ke pasar internasional.
Keuntungan
ekonomis dan nilai gizi merupakan faktor utama yang dicari baik dari pihak
penulis selaku produsen maupun bagi konsumen secara umum. Namun dengan
perkiraan keuntungan finansial yang penulis dapatkan seperti dijelaskan diatas,
maka dapat ditarik kesimpulan usaha ini dapat memenuhi kebutuhan usaha itu
sendiri serta menambah perhasilan bagi produsen sehingga usaha bududaya jamur
tiram putih ini dapat dikatakan layak untuk dijalankan.
3.2 SARAN
Untuk memulai Usaha Budi Daya Jamur Tiram, kita harus mengetahui pengenalan jamur hingga
pemasaran, serta bahan apa saja yang akan di pergunakan, lalu bagaimana proses
pembuatannya serta harus memperhitungkan modal yang akan di pergunakan pula. Dan
jangan lupa harus menggunakan aturan-aturan bisnis yang sesuai dan tidak
melanggar Undang-Undang.
DAFTAR PUSTAKA
http://promosidanpemasaranyangberetikatedyjindol.html
(diambil pada tanggal 6 Juni, Pukul
13.00 WIB)
http:// handyleonardoetikabisnis.blogspot.com/2012/09/pengertian-etika-etika-bisnis-dan.html
(diambil pada tanggal 10 Juni, pukul 22.00 WIB)
http:// itha-imu.blogspot.com/2011/03/kepemimpinan-dalam-kewirausahaan.html
(diambil pada tanggal 10 Juni, pukul
22.00 WIB)
http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/
(diambil pada tanggal 11 Juni, pukul 10:00 WIB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar