Kamis, 28 Mei 2015

MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PENYESUAIAN DIRI REMAJA



MAKALAH

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
Dosen pengampu : Dra. Indrati Endang M.S





OLEH : KELOMPOK 7
ENGLISH DEPARTEMENT
2B

NURHAYATI (1351800064)
SEPTI IRIANI (1351800065)
WIWIK WIDIYANTI (1351800066)
LESTIYA HERNIA NINGSIH (1351800067)
DIAN


UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO
2013-2014


KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan YME yang telah memberikan nikmat dan karunia kepada kami sehingga kami senantiasa dapat menyelesaikan makalah Perkembangan Peserta Didik ini tepat pada waktunya.
Makalah Perkembangan Peserta Didik mengenai Penyesuaian Diri Remaja ini kami susun guna memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang diberikan oleh Ibu Dra. Indrati Endang M.S selaku dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Dra. Indrati Endang M.S selaku dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang telah memberikan pengajaran kepada kami, serta kepada teman-teman yang membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah ini disajikan terutama kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Perkembangan Peserta Didik baik yang ada di luar maupun di dalam lingkup Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Makalah ini juga dapat digunakan sebagai referensi tambahan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
Namun, makalah Perkembangan Peserta Didik mengenai Penyesuaian Diri Remaja ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini.


Sukoharjo, April 2013


  Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................ 1
DAFTAR ISI.................................................................................... 2
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................... 3
1.1  Latar Belakang............................................................................................................. 3
1.2  Rumusan Masalah....................................................................................................... 3
1.3  Tujuan Penulisan......................................................................................................... 3
BAB 2 PEMBAHASAN..................................................................... 4
2.1  Konsep dan Proses Penyesuaian Diri........................................................................... 4
2.1.1 Pengertian Penyesuaian Diri.........................................................................
2.1.2 Proses Penyesuaian Diri................................................................................
2.1.3 Karateristik Penyesuaian Diri........................................................................
2.1.4 Faktor-Faktor yang memmpengaruhi Proses Penyesuaian Diri...................
2.2  Permasalahan-Permasalahan Penyesuaian Diri Remaja.............................................
2.3  Implikasi Proses Penyesuaian Remaja terhadap Penyelenggaraan Pendidikan..........
BAB 3 PENUTUP.............................................................................
3.1  Kesimpulan...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Sejauh ini kita mengetahui bahwa kehidupan seorang remaja adalah kehidupan dimana terlalu banyak faktor yang bisa mempengaruhi dunianya, bahkan tidak menuntut kemungkinan dia akan terjerumus kedalam suatu pergaulan yang bebas. Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan menyampaikan bagaimana seseorang akan mampu menyesuaikan diri. Sehingga secara berkesinambungan akan menjadi seorang pribadi seperti apa yang dia miliki sekarang dan menjadi seorang pribadi tertentu dimasa mendatang.

1.2 Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1.      Apa itu penyesuaian diri?.
2.      Bagaimana proses penyesuaian diri itu?.
3.      Apa saja karateristik penyesuaian diri itu?.
4.      Apa saja faktor yang bisa mempengaruhi proses penyesuaian diri itu?.
5.      Apa saja contoh permasalahan penyesuaian diri remaja itu?.
6.      Bagaimana implikasi penyesuaian diri remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan?.

1.3 Tujuan Penulisan
            Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1.      Mengerti apa itu penyesuaian diri.
2.      Memahami proses penyesuaian diri remaja.
3.      Mengetahui karateristik penyesuaian diri remaja.
4.      Mengetahui faktor yang bissa mempengaruhi proses penyesuaian diri remaja.
5.      Mengetahui contoh permasalahan diri remaja.
6.     Mengerti implikasi penyesuaian diri remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan.



BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Konsep dan Proses Penyesuaian Diri
            Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri. Kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan di mana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah suai.
            Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau secara lebih rinci pengertian dan proses penyesuaian diri, karateristik penyesuaian diri remaja, dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian diri remaja.

2.1.1 Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian dapat di artikan atau di deskripsikan sebagai berikut:
·         Penyesuaian berarti adaptasi; dapat mempertahankan eksistensinya.
·         Penyesuaian diri sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar dan prinsip.
·         Penyesuaian diri sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk merencanakan sesuatu dan mengorganisasi respon-respon sedemikian rupa.
·         Penyesuaian diri dapat diartikan  penguasaan dan kematangan emiosional. Kematangan emosional maksudna ialah secara positif memiliki respon emosional yang tepat pada setiap situasi.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungan.

2.1.2 Proses Penyesuaian Diri
            Penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat (lifelong proses), dan manusia terus-menerus berupaya menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi yang sehat.
            Penyesuaian diri adalah suatu proses ke arah hubungan yang harmonis antara tuntunan internal dan hubungan eksternal. Dalam proses penyesuaian diri dapat saja muncul konflik, tekanan dan frustasi, dan individu didorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan.
            Apakah seseorang berhadapan dengan penyesuaian sehari-hari yag sederhana, atau suatu penyesuaian yang rumit, terdapat suatu pola dasar yang terdiri dari elemen-elemen tertentu.sebagai contoh seorang anak yang membutuhkan rasa kasih sayang dari ibunya yang terlalu sibuk dengan tugas-tugas lain. Dia mungkin mencari kasih sayang dimana-mana, atau mungkin mengisap jarinya, atau bahkan tiak berupaya sama sekali, atau makan secara berlebihan, sebagai respon pengganti bila kebutuhan-kebutuhan tidsk terpenuhi secara wajar. Dalam beberapa hal respon pengganti tidak tersedia, sehingga individu mencari suatu respon lain yang akan memuaskan motivasi dan mereduksi ketegangan.
Situasi ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Pemecahan bervariasi
 
C
 
B
 
A
 
Respon
 
F
R
U
S
T
A
S
I
i
 
Keinginan
 
Kebutuhan
 
Motivasi












            Brdasarkan diagram diatas, tampak bahwa elemen-elemen umum dan esensial dalam semua situasi frustasi ialah; motivasi, frusatsi, atau terhalangnya keinginan dan motif-motif, respon yang bervariasi,dan pemecahan untuk mereduksi masalah, frustasi atau ketegangan dengan beberapa respon.

2.1.3 karakteristik Penyesuaian Diri
            Ada dua jenis karakteristik yaitu penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian diri yang salah.

a. penyesuaian diri secara positif
            mereka yang mampu melakukan penyesuaian diri secara positif di tandai hal-hal sebagai berikut:
1)      Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional.
2)      Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis.
3)      Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi.
4)      Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri.
5)      Mampu dalam belajar.
6)      Menghargai pengalaman.
7)      Bersikap ralistik dan obyektif.

Dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, individu akan melakuakannya dalam berbagai bentuk, antara lain:
a)      Penyesuaian diri dengan menhadapi masalah secara langsung.
b)      Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi (penjelajahan).
c)      Penyesuaian dengan trial and error atau coba-coba.
d)      Penyesuaian dengan substansi (mencari pengganti)
e)      Penyesuaian diri engan menggali kemampuan diri.
f)       Penyesuaian dengan belajar.
g)      Penyesuaian dengan inhibisi dan pengendalian diri.
h)      Penyesuaian dengan perencanaan yang cermat.

b. Penyesuaian Diri yang Salah
            Kegagalan dalam penyesuaian diri secara positif, dapat menyebabkan individu melakukan penyesuaian diri yang salah. Penyesuaian diri yang salah di tandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah, tidak terarah, emosional, sikap yang tidak realistik, agresif, dan sebagainya. Ada 3 bentuk reaksi dari penyesuaian diri yang salah, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Reaksi Bertahan (defence Reaction)
            Ia selalu  berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak mengalami kegagalan. Bentuk khusus reaksi ini antara lain;
·         Rasionalisme, yaitu bertahan dengan mencari-cari alasan untuk membenarkan tindakannya.
·         Represi, berusaha mlupakan pengalaman yang kurag menyenangkan dalam hidupnya.
·         Proyeksi, melemparkan sebab kegagalan dirinya kepada pihak lain untuk mencari alasan yang dapat di terima.
·         ”Sour Grapes” (anggur kecut)”, yaintu dengan memutar balik fakta atau kenyataan yang ada.

2. Reaksi Menyarang (Aggresive Reaction)
            Orang yang mempunyai penyesuaian diri yang salah maka dia akan menunjukkan tingkah laku yang bersifat menyerang untuk menutupi kegaggalannya. Reaksi-reaksi yang tampak dalam tingkah lakunya adalah sebagai berikut:
·         Selalu memmbenarkan diri sendiri,
·         Bersikap senang menganggu orang lain,
·         Menggertak, baik balam tindakan maupun ucapan,
·         Menunjukkan sikap permusuhan secara terbuka,
·         Menunjukkan sikap menyerang dan merusak,
·         Keras kepala dalam perbuatannya,
·         Bersikap balas dendam,
·         Merebut hak orang lain,
·         Tindakan yang serampangan,dan
·         Marah secara sadis.

3. Reaksi Melarikan Diri (Escape Reaction)
            Dalam reaksi ini, orang yang mempunyai penyesuaian diri yang salah akan melarikan diri dari situasi yang menimbulkan keggalannya, reaksinya tampak tingkah laku sebagai berikut;
·         Berfantasi ,yaitu memuaskan keinginan yang tidak tercapai dalam bentuk angan-angan, banyak tidur, minum minuman keras, bunuh diri, menjadfi pecandu ganja, narkotika.
·         Regresi, yaitu kembali pada tinkah laku yang semodel dengan tingkah perkembangan yang lebih awal.

2.1.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri
            Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer terhadap penyesuaian diri. Penentu berarti faktor yang mendukung, mempengaruhi, atau menimbulkan efek pada proses penyesuaian. Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh faktor-faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal. Penentu penyesuaian identik dengan faktor-faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap.
Penentu-penentu itu dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      kondisi fisik atau jasmaniah
2.      perkembangan dan kematangan
3.      penentu psikologis
4.      kondisi lingkungan
5.      penentu kultural
Pemahaman tentang faktor-faktor ini dan bagaimana fungsinya  dalam penyesuaian merupakan syarat untuk memahami proses penyesuaian diri, karena penyesuaian tumbuh dari bungan-hubungan antara faktor-faktor dan tuntutan individu.
1. Kondisi Jasmaniah
            Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan-gangguan pada sistem syaraf, kelenjar dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku dan kepribadian. Gangguan penyakit kronis dapat menimbulkan kurangnya kepercayaan pada diri sendiri. Dengan demikian kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syarat bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik.
2. Perkembangan, Kematangan, dan Penyesuaian Diri
            Dalam proses perkembangan, respon seorang anak berkembang dari respon yang bersifat instinktif menjadi respon yang di peroleh melalui belajar dan pengalaman. Kondisi-kondisi perkembangan mempengaruhi setiap ospek kepribadian, seperti; emosional, sosial, moral, keagamaan, dan intelektual.
3. Penentu Psikologi Terhadap Penyesuaian Diri
Faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri antara lain;
            a. pengalaman
            b. belajar
            c. determinasi diri
            d. konflik dan penyesuaian
4. Lingkungan Sebagai Penentu Penyesuaian Diri
a. Pengaruh rumah dan keluarga
Interaksi sosian yang pertama kali di peroleh oleh individu adalah dalam keluarga yang kemudian akan di kembangkan dalam masyarakat.
b. Hubungan orang tua dan anak
                        berikut adalah beberapa hubungan yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri;
            menerima (acceptance)
            enghukum dan disiplin yang berlebihan
            memanjakan dan melindungi anak secara berlebihan
            penolakan
c. Hubungan Saudara
            Suasana hubungan saudara yang penuh persahabatan, saling menghormati, penuh kasih sayang, mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk tercapainya penyesuaian yang lebih baik, sebaliknya suasana permusuhan, iri hati, dendam dan lain sebagainya dapat menimbulkan kesulitan bahkan kegagalan dalam penyesuaian diri.

5.  Kultural dan Agama Sebagai Penentu Penyesuaian Diri
            Lingkungan kultural diamana individu berada dan berinteraksi akan menentukan pola-pola penyesuaian dirinya. Sedangkan Agama memberikan suasana psikologis tertentu dalam mengurangi konflik, frustasi dan ketegangan lainnya. Agama merupakan sumber nilai, kepercayaan, dan pola-pola tingkah laku yang akan memberikan tuntunan bagi arti, tujuan dan kestabilan hidup umat manusia.

2.2 Permasalahan-Permasalahan Penyesuaian Diri Remaja
            Diantara persoalan terpentingnya yang dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari dan yang menghambat penyesuaian diri yang sehat adalah hnbungan remaja dengan orang dewasa terutama orang tua.
            Tingkat penysuaian diri dan pertumbuhan remaja sangat tergantung pada sikap orang tua dan suasana psikologi dan sosial dalam keluarga. Contoh; sikap orang tua yang menolak. Penolakan orang tua terhadap anaknya dapat di bagi menjadi dua macam. Pertama, penolakan yang munhkin penolakan yang terjadi sejak awal, dimana orang tua merasa tidak sayang terhadap anaknya. Karena berbagai sebab, mereka tidak menghendaki kelahirannya. Menurut Boldwyn yang dikutip oleh Zakiah Darajat (1983); “ Bapak yang menolak anaknya berusaha menundukkan anaknya dengan kaidah-kaidah kekerasan; karena itu ia mengambil ukuran kekerasan, kekejaman tanpa alasan nyata.” Jenis kedua, dari penolakan adalah dalam bentuk berpura-pura tidak tahu keinginan anak. Contoh: Orang tua memberikan tugas kepada anaknya berbarengan dengan rencana anaknya untuk pergi nonton bersama dengan teman sejawatnya.
            Permasalahan-permasalahan penyesuaian diri yang di hadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis keluarga seperti keretakan keluarga. Banyak penelitian membuktikan bahwa remaja yang hidup didalam rumah dengan keluarga yang retak.